Research

76 views

Makalah Taksonomi

Makalah Taksonomi
of 30
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Tags
Transcript
  MAKALAH BOTANI TAKSONOMI Disusun oleh: Abdul Aziz 125040201111301 Andi Nirma Wahyuni 125040201111302 Masni Tuty Hartati Sihotang 125040201111303 Falia Nanda Nur Alifah 125040201111304 Desy Indah 125040201111305 Marta R O Berutu 125040201111306 Dwi Hermawan 125040201111307 Philip G B P Simanjuntak 125040201111308 PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012    KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,  petunjuk maupun pedoman bagi pembaca d alam mempelajari dan memahami tentang ― Taksonomi ‖.  Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi  para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Penulis  BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Taksonomi merupakan cabang ilmu dari biologi yang masih sangat erat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur taksonomi langsung maupun tidak, selalu ada dalam kehidupan manusia hingga saat ini. Keanekaragaman sifat dan ciri yang dimiliki suatu makhluk hidup sesungguhnya menggambarkan keanekaragaman potensi dan manfaat yang dapat digali. Bila data dan informasi ilmiah mengenai sumber daya hayati  belum sepenuhnya dapat diungkap maka kepunahan suatu makhluk hidup sama artinya dengan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki makhluk hidup tersebut. Seperangkat gen yang ikut hilang bersama peristiwa kepunahan itu mungkin memiliki potensi dan manfaat yang tidak akan dijumpai lagi pada makhluk hidup yang lain. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikenal memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa, baik flora, fauna maupun mikroba yang sebagian diantaranya bersifat endemik. Dengan teknik biologi molekuler, rahasia potensi yang dimiliki setiap makhluk hidup dapat diungkap secara lengkap sehingga kekayaan sumber daya hayati menjadi sangat berharga terutama sebagai sumber gen. Bila setiap gen dapat diperjualbelikan maka keanekaragaman biota yang hidup di Indonesia ini merupakan aset yang luar biasa besar. Namun kenyataan menunjukkan bahwa potensi kekayaan tersebut  belum optimal dimanfaatkan. Negeri ini masih merupakan negara miskin dengan  pendapatan kotor nasional (GNP) per kapita sedikit lebih tinggi dari Zimbabwe, negara termiskin di Afrika. Keadaannya makin memprihatinkan karena Indonesia dikategorikan sebagai wilayah  Hot Spot  , kaya dengan sumber daya hayati tetapi kondisimya terancam  punah. Di mata internasional Indonesia juga dianggap kurang serius dalam menangani kelestarian sumber daya hayati. Anggapan ini rasanya tidak berlebihan karena terbukti emas hijau yang terhampar di hutan-hutan di wilayah republik ini dari waktu ke waktu  jumlahnya makin menurun dengan laju yang semakin cepat, beberapa jenis dan varietas mulai langka bahkan ada yang telah punah sama sekali.  1.2 Tujuan 1. Pengertian Taksonomi 2. Tujuan Pengklasifikasian Makhluk Hidup 3. Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup 4. Sejarah Klasifikasi 5. Prinsip dan Peraturan Tata Nama Tumbuhan 6. Sistem Klasifikasi Domain 7. Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977) 8. Sistem Klasifikasi Enam Kingdom 9. Tingkatan Takson 10. Taksonomi Tumbuhan 11. Tata Nama Binomial 12. Pengertian Virus 13. Sejarah Penemuan 14. Sejarah Penemuan 15. Reproduksi Virus 16. Klasifikasi Virus 17. Contoh-contoh Virus 18. Peranan Virus Bagi Kehidupan 1.3 Rumusan Masalah 1.  Apa yang dimaksud dengan Pengertian Taksonomi ? 2. Sebutkan Tujuan Pengklasifikasian Makhluk Hidup ? 3.  Apa saja Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup ? 4. Jelaskan Sejarah Klasifikasi ? 5. Sebutkan Prinsip dan Peraturan Tata Nama Tumbuhan? 6.  Apa saja Sistem Klasifikasi Domain ? 7.  Apa saja Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977)? 8. Bagaimana Sistem Klasifikasi Enam Kingdom? 9. Bagaimana Tingkatan Takson? 10.  Apa itu Taksonomi Tumbuhan ? 11. Bagaimana Tata Nama Binomial? 12.  Apa Pengertian Virus? 13. Bagaimana Sejarah Penemuan? 14. Jelaskan Sejarah Penemuan? 15. Bagaimana Reproduksi Virus? 16. Sebutkan Klasifikasi Virus? 17. Sebutkan Contoh-contoh Virus? 18.  Apa saja Peranan Virus Bagi Kehidupan?  BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Taksonomi Kata taksonomi diciptakan oleh A.P. de Candolle, seorang ahli tumbuhan bangsa Swiss di herbarium Genewa, yang artinya teori tentang klasifikasi tumbuhan (Rideng, 1989). Secara etimologi taksonomi berasal dari bahasa Yunani: takson artinya unit atau kelompok, dan nomos artinya hukum. Jadi definisi taksonomi adalah hukum atau aturan yang digunakan untuk menempatkan suatu makhluk hidup pada takson tertentu. Kegiatan pokok taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut: 1.   Penamaan 2.   Penelaahan ciri-ciri 3.   Penggolongan Seorang ahli taksonomi harus mempunyai pengetahuan tentang morfologi, embriologi, anatomi, sitogenetika dan ilmu jenis lainnya. Ada pun urutan penggolongan dalam ilmu taksonomi sebagai berikut: fase eksplorasi, fase konsolidasi, fase  biosistematika, dan fase ensiklopedik. Kenapa dibutuhkan ilmu taksonomi? Ilmu taksonomi digunakan untuk penemuan flora dan fauna, memberikan sebuah metode identifikasi yang tepat sehingga menghasilkan sistem klasifikasi yang terkait dan menyeluruh sehingga nantinya dihasilkan nama ilmiah yang benar pada setiap takson tumbuhan sesuai dengan aturan tata nama tumbuhan, membuat keteraturan dan keharmonian ilmu pengetahuan organisme sehingga tercipta suatu sistem yang sederhana dan dapat digunakan orang lain. Untuk membuat taksonomi tumbuhan biasanya digunakan cara determinasi. Determinasi yaitu membandingkan suatu tumbuhan dengan tumbuhan lainnya yang sudah dikenal sebelumnya. Sejak tahun 1753 sistem polynomial digantikan dengan binomial sejak publikasi ―Systema Plantarum‖ oleh Carolus Linnaeus dan berlaku secara internasional. Sistem binomial yaitu sistem penamaan di mana nama jenis terdiri dari dua kata, kata pertama adalah nama marga dan kata kedua merupakan penunjuk jenis atau spesies epithet. Contoh:  Hibiscus tiliaceus . Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki. Pengelompokan ini sudah direvisi sejak  Carolus Linnaeus untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin. 
Advertisement
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks