Magazines/Newspapers

81 views

Hakikat Doa Yang Sebenarnya

Hakikat Doa Yang Sebenarnya
of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Tags
Transcript
  Hakikat Doa Yang Sebenarnya Agama kita mengajarkan kita agar sentiasa berdoa kepada allah. Allah memiliki segalanya. Setiap sesuatu terjadi atas izin dan kehendaknya. Maka kita dianjurkan agar meminta kepada allah segala sesuatu yang baik, untuk kehidupan kita di dunia ini dan kehidupan kita di akhirat kelak. Hanya orang-orang yang sombong yang tidak mau dan malas berdoa, meminta kepada allah. Doa bukanlah bermaksud kita meminta sesuatu dan kemudian duduk memeluk tubuh tanpa melakukan sesuatu apa pun. Akan tetapi doa mestilah disertai dengan usaha. Jika kita berdoa untuk dimasukkan ke dalam syurga, kita mestilah berusaha dengan amalan-amalan soleh dan menjauhkan diri dari perkara-perkara munkar. Jika kita berdoa agar allah melimpahkan rezeki kepada kita, kita harus bekerja keras untuk itu. Jika kita berdoa agar allah memberi lulus ujian sekolah, maka kita harus belajar sungguh-sungguh. Allah s.w.t mendengar segala permintaan kita. Apa saja yang kita minta pasti akan didengarnya. Dan orang-orang islam apabila berdoa insya allah akan dikabulkan oleh allah, apalagi kalau orang itu beriman dan melakukan banyak amal soleh. Akan tetapi sudah menjadi sunnatullah, bahwa ada doa yang allah kabulkan dengan cepat, ada doa yang allah tidak kabulkan dan ada doa yang allah simpan untuk hari qiamat nanti atau untuk mengganti kesusahan yang akan mengenai diri kita. Dalam sebuah hadist riwayat imam ahmad dari abu said al-khudri rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : " "tidak ada orang muslim yang berdoa meminta kepada allah s.w.t. dengan doa, dimana didalamnya tidak ada dosa dan ia tidak memutuskan tali silaturrahmi, kecuali allah akan memberinya antara tiga perkara: pertama allah menangguhkan permintannya untuk yang akan datang; kedua: allah menyimpannya untuk kesempatan lain, dan; ketiga: allah mengalihkan darinya kejelekan dan malapetaka yang mirip dengan permintannya  Kadang-kadang kita bertanya, mengapa allah mengkabulkan permintaan orang-orang kafir sedangkan kita orang-orang yang beriman, kadang-kadang doa kita seolah-olah tidak dikabulkan oleh allah? Ketahuilah bahawa ada dua kemungkinan mengapa allah mengkabulkan permintaan hambanya. Pertama karena dia cinta dan sayang terhadap hamba tersebut. Dan kedua, karena allah murka terhadap orang tersebut. Sesungguhnya apabila allah murka terhadap seseorang, ada kalanya allah akan menambah rezeki seseorang, meningkatkan derajatnya dan mengkabulkan permintaanya. Orang tersebut lalu akan menjadi lebih lalai dari allah, akan terus tenggelam dengan kenikmatan dunia dan maksiat. Akhirnya allah akan mencabut nyawanya dalam keadaan dia lalai. Sehingga dia mati dalam keadaan buruk su'ul khatimah. Inilah yang dikatakan ulama sebagai istidraj. Firman allah dalam surah al-an'am, ayat 44 yang bermaksud:  "maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." Kadang-kadang kita juga bertanya mengapa doa kita tidak dikabulkan oleh allah s.w.t sedangkan ktia banyak mengerjakan ibadah dan taat kepadanya. Ada dua kemungkinan. Pertama, allah s.w.t suka mendengar permintaan dari hamba-hambanya. Apabila allah suka pada seseorang hamba, maka hamba tersebut  diletakkannya dibawah rahmat dan perlindungannya. Allah juga akan menyimpan doa-doa hamba tersebut untuk hamba itu di hari dimana tiada guna harta dan anak. Itulah hari kiamat. Apabila tiada sesuatu yang dapat menyelamatkan hamba tersebut dari api neraka, maka ketika itu allah akan menunjukkan kepada hamba tersebut segala doa-doanya dan ketika itu doa-doa tersebut akan dapat menyelamatkannya dari api neraka. Dalam riwayat aisyah r.a. berkata :  "tidak ada seorang muslim yang berdo'a kepada allah meminta sesuatu kemudian tidak muncul, kecuali allah menangguhkannya untuk kesempatan lain di dunia, atau allah menangguhkannya hingga hari qiamat nanti, kecuali ia tergesa-gesa dan putus asa". Lalu urwah bertanya:"wahai ummul mukminin, bagaimana ia tergesa-gesa dan putus asa?" aisyah menjawab:"misalnya ia berdoa, lalu berkata aku sudah berdoa tapi tidak diberi, atau aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan" Begitulah, betapa cinta dan kasih sayang allah terhadap kita. Bukan karena allah tidak mau memberi permintaan kita, tetapi allah akan menyimpankannya untuk kita di hari kiamat kelak. Itulah doa-doa orang-orang solihin, orang-orang yang taat kepada allah s.w.t. Kedua, doa tersebut tidak dikabulkan oleh allah karena suatu sebab yang ada dalam diri kita. Misalnya kita meminta sesuatu kepada allah tetapi kita tidak patuh perintahnya. Kita ingin allah memberi sesuatu kepada kita, tetapi sangat tidak seimbang dengan apa yang kita telah lakukan untuk allah, untuk islam, untuk rasulullah s.a.w? Sanggupkan kita lakukan seperti bilal? Yang menahan siksaan kerana keimannya kepada allah? Sanggupkah kita lakukan seperti saidina abu bakar as-siddiq? Yang menafkahkan seluruh hartanya untuk islam? Sanggupkah kita lakukan seperti imam nawawi? Yang mengorbankan siang dan malamnya, yang mengorbankan kelazatan hidup di dunia ini, untuk menegakkan ilmu agama islam? Tidakkan kita malu, meminta dari tuhan tetapi tidak patuh perintahnya? Memintalah kepada allah. Berdoalah kepada allah. Tetapi dalam waktu yang sama kita juga berusaha bersungguh-sungguh untuk memenuhi perintah-perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Ibrahim bin adham, seorang wali allah pernah berkata: Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hak-hak allah. Kamu kenal allah tetapi tidak memenuhi hak-haknya yaitu untuk disembah. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan isi al-quran. Kamu senantiasa membaca al-quran tapi tidak kamu amalkan isi-isinya. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan sunnah rasulullah. Kamu selalu bilang cinta kepada rasulullah tapi kamu meninggalkan sunnahnya. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu patuh kepada syaitan. Kamu mengakui bahwa syetan itu musuh kamu tetapi kamu patuhi dia. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu mencampakkan diri kamu ke jurang kebinasaan. Kamu selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kamu lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.  Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, kamu ingin memasuki syurga tapi kamu tidak melakukan amal soleh. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu sedar kamu akan mati tetapi kamu tidak bersiap-siap untuk menghadapinya. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu melihat cacat dan kekurangan orang lain, tetapi cacat dan kekurangan dirimu kamu tidak pernah melihatnya. Kamu sibuk memikirkan kesalahan dan keburukan orang lain sedangkan keburukan dan kesalahan dirimu sendiri tidak pernah kau hiraukan. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu merasakan kenikmatan yang diberikan allah tetapi kamu tidak bersyukur, bersyukur dengan mematuhi segala perintah allah. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh allah, sedangkan kamu menguburkan jenazah orang lain tapi tidak menginsafi diri kamu sendiri bahwa kelak kamu juga akan dikuburkan. Marilah kita menjadi orang-orang yang sentiasa melakukan perintah allah. Marilah kita berazam tidak mahu mengulangi segala perbuatan buruk kita. Insya allah, segala doa kita akan diterima oleh allah s.w.t. firman allah s.w.t dalam surah al-baqarah, ayat ayat 186 bermaksud :   "dan apabila hamba-hamba-ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."   “Man Jadda Wa Jadda” Dan “Man Shabara Zhafira”   “Ajarkanlah Anakmu Sastra, Maka Seorang Anak Yang Pengecut Bisa Menjadi Pemberani”, Begitulah Kata Umar Bin Khattab. Analoginya Dengan Membaca Sastra Dapat Membuat Hati Yang Keras Menjadi Lunak Mencucurkan Air Mata, Sastra Dapat  Merubah Seseorang Yang Malas Menjadi Rajin Bersemangat, Sastra Dapat Membangkitkan Kekeringan Jiwa Menjadi Bergairah. Tidak Semua Sastra Tentunya. Maka Memilah Dan Memilih Perlu Dilakukan Agar Kita Beruntung. Beberapa Waktu Ini, Sebuah Novel Teman Menjadi Perhatian Dari Sekian Bacaan Yang Sedang Dibaca, Ringan Namun Berbobot Hikmah, Novel Yang Kental Dengan Sastra Syarat Makna, Menghadirkan Inspirasi Baru, Dan Menggelorakan Ruh Jiwa. ‘Ranah 3 Warna’ Yang Ditulis Oleh A.Fuadi. Buku Pertamanya Berjudul ‘Negeri 5 Menara’.  Dalam Novel Tersebut Dikisahkan Seorang Pemuda Lulusan Pesantren Yang Ingin Kuliah, Namun Tidak Memiliki Ijazah Sma. Di Saat Banyak Teman, Saudara, Tetangga Yang Mengecilkan Mimpinya, Ia Terus Mencoba Dan Mencoba, Ia Ingat Kata2 Gurunya “ Man  Jadda Wa Jadda” , Barangsiapa Bersungguh-Sungguh Akan Mendapatkannya. Namun Keterbatasan Yang Dimilikinya Terkadang Meluluhkan Semangatnya, Belum Pernah Mendapatkan Pelajaran Umum Sma Seperti Biologi, Matematika, Fisika, Kimia, Dll, Belum Lagi Keterbatasan Ekonomi Terkadang Mengiringi Mimpi Besarnya Untuk Kuliah. Disaat Beban Terasa Berat Dan Tujuan Masih Terasa Jauh Itu, Ia Masih Menyimpan Ingatan, “Mantra” Suci Dari Gurunya Selain “Mantra” Pertama Tadi, Yaitu   “Man Shabara Zhafira”,   Siapa Yang Bersabar Ia Akan Beruntung. Berbekal Semangat Inilah Ia Menempa Diri, Siang-Malam Belajar, Meminjam Buku Dan Membabat Habis Bacaannya, Belajar Dari Rekan, Serta Dorongan Orang Kesayangan; Ayah Dan Ibunda. Walhasil, Pemuda Yang Tidak Pernah Mengikuti Pelajaran Umum Sma Ini, Dengan Segala Keterbatasan Akses, Berhasil Lulus Dan Tembus Masuk Ke Ptn. Ia Berhasil Membuktikan Kepada Dunia, Tentunya Kepada Teman-Teman Dan Orang-Orang Yang Meremehkannya. Siapa Yang Bersungguh-Sungguh Akan Mendapatkannya Dan Siapa Yang Bersabar Akan Beruntung. Man Jadda Wa Jadda, Man Shabara Zhafira.  Meskipun Belum Selesai Membacanya, Kisah Inspiratif Dalam Buku Tersebut Mengingatkan Pada Kehidupan Nyata Saat Sma, Mulai Dari Keinginan Mendapat Ranking Terbaik Di Sma, Masuk Ipb, Kuliah Dengan Bisa Berpenghasilan, Bekerja Di Bidang Sosial Sebelum Lulus Kuliah, Menguasai Dalam Drive  (Walau Belum Memilikinya), Sampai Menikah Sebelum Lulus. Meskipun Masih Banyak Keinginan Yang Belum Tercapai, Bersyukur Beberapa Harapan Sudah. Tentunya Capaian Ini Memerlukan Kesungguhan Dan Kesabaran. Bertahan Dan Aktif Saat Lelah,, Bersabar Menahan Ujian. Kesungguhan Adalah Syarat Mencapai Harapan, Sedangkan Kesabaran Dan Keikhlasan Merupakan Energi Yang Mengisi Celah Antara Harapan Dan Hasil Akhir Yang Ingin Didapat. Dimensi Yang Berbeda Dalam Berbagai Sisi Kehidupan Kini, Maupun Yang Akan Datang Juga Memerlukan Paling Tidak Dua Hal Ini, Kesungguhan Dan Kesabaran. Walau Seolah Kekurangan Dalam Materi Dan Kemampuan, Terasa Susah, Berat, Dengan Usaha Terbaik Terus-Menerus, Semangat Yang Selalu Menyala, Serta Kesabaran Dalam Menghadapi Godaan Dan Lelah, Dengan Naungan Doa, Insya Allah Tiada Yang Tidak Mungkin Dan Mustahil. Kesungguhan Dan Kesabaran Akan Berbuah Manis Jika Dipakai. Hempaskan Jauh-Jauh Sikap Suka Beralasan Atau Berdalih Sepe rti “Tapi Saya…”, “Kondisinya Susah..” Dst.. Hindari Berdalih Dalam Menghadapi Segala Sesuatu, Dalih Hanya Akan Mengecilkan Kemampuan Besar Kita, Membuat Larut Dalam Keterbatasan. Karenanya Jika Dalam Organisasi/ Instansi Tempat Kerja Kita Banyak Kekurangan, Keterbatasan, Semprawut, Dll,,Bukan Menjadi Alasan Untuk Tidak Berkembang Apalagi Berhenti Atau Mundur. Kesabaran Itu Terus Maju Dengan Beban Yang Ada. Kesungguhan Itu Melawan Segela Keterbatasan Meraih Harapan Dan Visi Besar Kita. Mari Jadikan Kesungguhan Dan Kesabaran Sebagai Senjata Mengalahkan Segala Hambatan Dan Tantangan. Sulit Dan Sekeras Apapun Mari Hadapi, Di Medan Manapun Kita Layani. Man Jadda Wa Jadda, Man Shabara Zhafira Sebagai Cambuk Tekad Menebar Manfaat Meraih Ridho Illahi..   Dalam Firman Allah Surat Ar Rad Ayat 11 Ditegaskan : ” Sesungguhnya Allah Tidak Mengubah Keadaan Suatu Kaum Sehingga Mereka Mengubah Keadaan Yang Ada Pada Diri Mereka Sendiri ”.   Salah Satu Pesan Ayat Di Atas Adalah Menganjurkan Kita Untuk Besungguh-Sungguh Dan Tidak Malas. Jika Kita Punya Keinginan Maka Bersungguh-Sungguhlah Dan Jangan Malas, Maka Insya Allah Keinginan Kita Apapun Itu Akan Terwujud. Berhentilah Mengeluh Coba renungkan penyampaian ini sebelum Anda mulai mengeluhkan berbagai hal yang terjadi dalam hidup Anda… Hari ini 1.   Sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik.......fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks